Mata pelajaran yang akan diujikan
pada Ujian Nasional SMK kelas XII adalah Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris,
Matematika, dan Teori Kejuruan / Produktif. Dalam hal ini saya akan membahas
mengenai Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar mata pelajaran Bahasa Inggris
kelas XII SMK Jurusan Pekerjaan Sosial.
|
Standar
Kompetensi
|
Kompetensi
Standar
|
|
Berkomunikasi dengan bahasa Indonesia setara
tingkat Unggul
|
●
Menyimak untuk memahami seacara kreatif
teks seni berbahasa dan teks ilmiah
sederhana
●
Mengapresiasi secara lisan teks seni
berbahasa dan teks ilmiah sederhana
●
Menulis proposal untuk kegiatan ilmiah
sederhana
|
BAB 1 PUISI
A. PUISI
1. Hakikat Apresiasi
Apresiasi
sastra adalah kegiatan menghayati cipta sastra dengan sungguh – sungguh
sehingga timbul pengertian, penghargaan, kepekaan pikiran kritis, dan kepekaan
perasaan yang baik terhadap cipta sastra. Pada hakikatnya, kegiatan
mengapresiasi lebih dari sekadar itu. Kata apresiasi berasal dari bahasa
Inggris appreciation, yang secara
harfiah dapat diberi pengertian sebagai pemahaman, pengenalan, pertimbangan,
penilaian, dan pernyataan yang berisi evaluasi. Apresiasi sastra adalah
penikmatan, pemuasan rasa, dan penghargaan terhadap hasil cipta karya sastra
yang didasarkan pada pemahaman.
2. Proses Apresiasi
Proses
apresiasi puisi atau yang lebih umum karya sastra dapat diawali dengan membaca
karya sastra tersebut. Dengan membaca, diharapkan seseorang akan menjadi
terbiasa dan mencapai taraf menggemari. Dengan demikian, seseorang sudah mulai
melakukan kegiatan apresiasi yang pada akhirnya, akan mencapai titik terakhir,
yaitu penghargaan, penilaian, atau evaluasi.
3. Jenis Apresiasi
a.
Apresiasi yang bersifat kinetik, yaitu sikap memberikan minat pada sebuah karya
sastra berlanjut pada keseriusan untuk melakukan langkah – langkah apresiatif, secara
aktif. Misalnya, menyenangi, memperhatikan, mencatat, dan lain – lain.
b.
Apresiasi yang bersifat verbalis, yaitu sikap memberikan penafsiran, penilaian,
dan penghargaan yang berbentuk penjelasan, tanggapan, komentar, kritik dan
saran, baik secara lisan maupun tulis.
4. Hakikat Puisi
a.
Pengertian Puisi
Menurut
Herman J. Waluyo, puisi adalah karya sastra dengan bahasa yang dipadatkan,
dipersingkat, dan diberi irama dengan bunyi yang padu dan pemilihan kata – kata
kias (imajinatif). Kata – kata dalam puisi benar – benar padat dan terpilih
sehingga sangat indah bila dibaca. Namun demikian, setiap kata maupun
visualisasi dalam puisi sangat sarat makna dan mewakili maksud penulis.
b.
Unsur – unsur intrinsik puisi
1)
Struktur fisik puisi
a)
Diksi
b)
Kata konkret
c)
Bahasa figuratif
d)
Pengimajian
e)
Rima
f)
Tata wajah
2)
Struktur batin puisi
a)
Tema
b)
Nada dan suasana
c)
Perasaan
d)
Amanat
c.
Macam – macam puisi
1)
Puisi lama
2)
Puisi baru
B. DIKSI, MAKNA IDIOMATIK, UNGKAPAN, MAJAS, DAN
PERIBAHASA
1. Makna Denotatif dan Konotatif
Makna
denotatif adalah makna sebenarnya atau makna yang memang sesuai dengan
pengertian yang dikandung oleh kata tersebut. Kata makan artinya memasukkan
sesuatu kedalam mulut, dikunyah, dan ditelan. Makna denotative disebut juga
makna umum.
Makna
konotatif ialah bukan makna sebenarnya. Dengan kata lain, makna kias atau makna
tambahan. Contoh kata putih bisa bermakna suci atau tulus tapi juga dapat
bermakna menyerah atau polos.
2. Ungkapan dan Peribahasa
Ungkapan
adalah satuan bahasa (kata, frasa, atau kalimat) yang tidak dapat diramalkan
berdasarkan unsur – unsur pembentuknya. Contoh ungkapan yaitu perang dingin,
kabar angin. Peribahasa adalah kelompok kata atau kalimat yang mengisahkan
maksud tertentu berupa perbandingan, pertentangan, sindiran, dan penegasan.
Contoh peribahasa, yaitu habis manis sepah dibuang.
3. Majas
Majas
adalah bahasa kias yang dipergunakan untuk menimbulkan kesan imajinatif atau
menciptakan efek – efek tertentu bagi pembaca atau pendengarnya. Macam – macam
majas.
a.
Majas Perbandingan
1)
Asosiasi atau perumpamaan
2)
Metafora
3)
Personifikasi
4)
Alegori
5)
Simbolik
6)
Metonomia
7)
Sinekdokhe
b.
Majas Sindiran
1)
Ironi
2)
Sinisme
3)
Sarkasme
c.
Majas Penegasan
1)
Pleonasme
2)
Repetisi
3)
Pararelisme
4)
Tautologi
5)
Klimaks
6)
Antiklimaks
7)
Retorik
d.
Majas Pertentangan
1)
Antitesis
2)
Paradoks
3)
Hiperbola
4)
Litotes
BAB 2 PROSA
A. PROSA FIKSI
Prosa
fiksi adalah prosa yang berupa cerita rekaan atau khayalan pengarangnya. Isi
cerita tidak sepenuhnya berdasarkan pada fakta. Prosa fiksi berbentuk cerita
pendek, novel dan dongeng. Unsur – unsur intrinsik prosa fiksi.
1. Tema
2. Alur / plot
3. Penokohan
4. Latar / set
5. Amanat
6. Sudut pandang pengarang
7. Gaya bahasa
B. PROSA NONFIKSI
Prosa
nonfiksi adalah karangan yang tidak berdasarkan rekaan atau khayalan pengarang,
tetapi berisi hal – hal yang berupa informasi faktual (kenyataan) atau
berdasarkan pengamatan pengarang. Karangan ini diungkapkan secara sistematis,
kronologis, atau kilas balik dengan menggunakan bahasa semiformal. Karangan ini
berbentuk eksposisi, persuasi, dan deskripsi atau campuran. Prosa nonfiksi disebut
juga karangan semi ilmiah. Termasuk karangan semi ilmiah ialah artikel, tajuk
rencana, opini, feature, tips, biografi, reportase, iklan, pidato, dan
sebagainya.
1. Artikel
2. Tajuk Rencana / Editorial
3. Feature
4. Opini
5. Biografi
6. Iklan
7. Pidato, Khotbah, dan Sambutan
8. Reportase
9. Jurnalisme Baru
BAB
3 PROPOSAL
A. HAKIKAT PROPOSAL
Proposal
adalah suatu usulan kegiatan/rencana yang dijelaskan dalam bentuk kerja secara
terperinci, jelas, dan sistematis, yang akan dilaksanakan. Proposal dilihat
untuk mendapatkan dukungan/persetujuan pihak lain. Selain itu, proposal juga
dibuat untuk meminta bantuan, baik dana, barang, maupun dalam wujud lain.
Proposal harus dilihat secara transparan, apa adanya, dan meyakinkan. Proposal
harus dibuat, sedetail dan sejelas mungkin, karena proposal ditujukan untuk
lembaga/orang lain yang akan menyetujui atau memberikan bantuan.
B. BAHASA PROPOSAL
Proposal
merupakan jenis tulisan yang formal dan ilmiah. Ciri bahasa yang digunakan
didalam penulisan proposal adalah sebagai berikut.
1. Menggunakan bahasa resmi
2. Sifatnya formal, lugas, dan objektif
3. Kejelasan dan ketepatan isi
4. Langgamnya tidak emosianal / meluap – luap
5. Paragraf kohesif dan koheren
6. Penggunaan kalimat efektif, tidak mubadzir, tidak berbelit –
belit, dan tidak ambigu
7. Isinya lengkap, jelas, ringkas, meyakinkan, dan tepat
8. Mengungkapkan alasan dan tujuan yang jelas
C. JENIS – JENIS PROPOSAL
1. Proposal
Kegiatan Umum, sistematikanya :
a. Nama kegiatan (judul)
b. Latar belakang /
dasar pemikiran
c. Maksud dan tujuan
d. Sasaran / ruang
lingkup
e. Waktu dan tempat
kegiatan
f. Penyelenggara /
panitia kegiatan
g. Program / jadwal
kegiatan
h. Anggaran biaya
i. Penutup
j. Lampiran – lampiran
2. Proposal
Kegiatan Ilmiah
a. Nama kegiatan (judul)
b. Latar belakang
masalah
c. Rumusan masalah
d. Tujuan penelitian
e. Kajian pustaka
f. Kerangka berpikir
g. Penelitian yang
relevan
h. Hipotesis penelitian
i. Tempat dan waktu
penelitian
j. Metode / teknik yang
digunakan
k. Biaya kegiatan
l. Daftar pustaka
m. Lampiran - lampiran

