Kamis, 30 Januari 2014

Bahasa Indonesia



Mata pelajaran yang akan diujikan pada Ujian Nasional SMK kelas XII adalah Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan Teori Kejuruan / Produktif. Dalam hal ini saya akan membahas mengenai Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar mata pelajaran Bahasa Inggris kelas XII SMK Jurusan Pekerjaan Sosial.
Standar Kompetensi
Kompetensi Standar
Berkomunikasi dengan bahasa Indonesia setara tingkat Unggul
● Menyimak untuk memahami seacara kreatif
   teks seni berbahasa dan teks ilmiah sederhana
● Mengapresiasi secara lisan teks seni
   berbahasa dan teks ilmiah sederhana
● Menulis proposal untuk kegiatan ilmiah
   sederhana

BAB 1 PUISI
A.        PUISI
            1.         Hakikat Apresiasi
Apresiasi sastra adalah kegiatan menghayati cipta sastra dengan sungguh – sungguh sehingga timbul pengertian, penghargaan, kepekaan pikiran kritis, dan kepekaan perasaan yang baik terhadap cipta sastra. Pada hakikatnya, kegiatan mengapresiasi lebih dari sekadar itu. Kata apresiasi berasal dari bahasa Inggris appreciation, yang secara harfiah dapat diberi pengertian sebagai pemahaman, pengenalan, pertimbangan, penilaian, dan pernyataan yang berisi evaluasi. Apresiasi sastra adalah penikmatan, pemuasan rasa, dan penghargaan terhadap hasil cipta karya sastra yang didasarkan pada pemahaman.

            2.         Proses Apresiasi
Proses apresiasi puisi atau yang lebih umum karya sastra dapat diawali dengan membaca karya sastra tersebut. Dengan membaca, diharapkan seseorang akan menjadi terbiasa dan mencapai taraf menggemari. Dengan demikian, seseorang sudah mulai melakukan kegiatan apresiasi yang pada akhirnya, akan mencapai titik terakhir, yaitu penghargaan, penilaian, atau evaluasi.
            3.         Jenis Apresiasi
a. Apresiasi yang bersifat kinetik, yaitu sikap memberikan minat pada sebuah karya sastra berlanjut pada keseriusan untuk melakukan langkah – langkah apresiatif, secara aktif. Misalnya, menyenangi, memperhatikan, mencatat, dan lain – lain.
            b. Apresiasi yang bersifat verbalis, yaitu sikap memberikan penafsiran, penilaian, dan penghargaan yang berbentuk penjelasan, tanggapan, komentar, kritik dan saran, baik secara lisan maupun tulis.
4.         Hakikat Puisi
            a. Pengertian Puisi
            Menurut Herman J. Waluyo, puisi adalah karya sastra dengan bahasa yang dipadatkan, dipersingkat, dan diberi irama dengan bunyi yang padu dan pemilihan kata – kata kias (imajinatif). Kata – kata dalam puisi benar – benar padat dan terpilih sehingga sangat indah bila dibaca. Namun demikian, setiap kata maupun visualisasi dalam puisi sangat sarat makna dan mewakili maksud penulis.
            b. Unsur – unsur intrinsik puisi
                        1) Struktur fisik puisi
                                    a) Diksi
                                    b) Kata konkret
                                    c) Bahasa figuratif
                                    d) Pengimajian
                                    e) Rima
                                    f) Tata wajah
                        2) Struktur batin puisi
                                    a) Tema
                                    b) Nada dan suasana
                                    c) Perasaan
                                    d) Amanat
            c. Macam – macam puisi
                        1) Puisi lama
                        2) Puisi baru
B.                     DIKSI, MAKNA IDIOMATIK, UNGKAPAN, MAJAS, DAN PERIBAHASA
                        1.         Makna Denotatif dan Konotatif
            Makna denotatif adalah makna sebenarnya atau makna yang memang sesuai dengan pengertian yang dikandung oleh kata tersebut. Kata makan artinya memasukkan sesuatu kedalam mulut, dikunyah, dan ditelan. Makna denotative disebut juga makna umum.
            Makna konotatif ialah bukan makna sebenarnya. Dengan kata lain, makna kias atau makna tambahan. Contoh kata putih bisa bermakna suci atau tulus tapi juga dapat bermakna menyerah atau polos.
2.         Ungkapan dan Peribahasa
            Ungkapan adalah satuan bahasa (kata, frasa, atau kalimat) yang tidak dapat diramalkan berdasarkan unsur – unsur pembentuknya. Contoh ungkapan yaitu perang dingin, kabar angin. Peribahasa adalah kelompok kata atau kalimat yang mengisahkan maksud tertentu berupa perbandingan, pertentangan, sindiran, dan penegasan. Contoh peribahasa, yaitu habis manis sepah dibuang.
3.         Majas
            Majas adalah bahasa kias yang dipergunakan untuk menimbulkan kesan imajinatif atau menciptakan efek – efek tertentu bagi pembaca atau pendengarnya. Macam – macam majas.
            a. Majas Perbandingan
                        1) Asosiasi atau perumpamaan
                        2) Metafora
                        3) Personifikasi
                        4) Alegori
                        5) Simbolik
                        6) Metonomia
                        7) Sinekdokhe
            b. Majas Sindiran
                        1) Ironi
                        2) Sinisme
                        3) Sarkasme
            c. Majas Penegasan
                        1) Pleonasme
                        2) Repetisi
                        3) Pararelisme
                        4) Tautologi
                        5) Klimaks
                        6) Antiklimaks
                        7) Retorik
            d. Majas Pertentangan
                        1) Antitesis
                        2) Paradoks
                        3) Hiperbola
                        4) Litotes
BAB 2 PROSA
A.                    PROSA FIKSI
            Prosa fiksi adalah prosa yang berupa cerita rekaan atau khayalan pengarangnya. Isi cerita tidak sepenuhnya berdasarkan pada fakta. Prosa fiksi berbentuk cerita pendek, novel dan dongeng. Unsur – unsur intrinsik prosa fiksi.
1.         Tema
2.         Alur / plot
3.         Penokohan
4.         Latar / set
5.         Amanat
6.         Sudut pandang pengarang
7.         Gaya bahasa
B.                     PROSA NONFIKSI
            Prosa nonfiksi adalah karangan yang tidak berdasarkan rekaan atau khayalan pengarang, tetapi berisi hal – hal yang berupa informasi faktual (kenyataan) atau berdasarkan pengamatan pengarang. Karangan ini diungkapkan secara sistematis, kronologis, atau kilas balik dengan menggunakan bahasa semiformal. Karangan ini berbentuk eksposisi, persuasi, dan deskripsi atau campuran. Prosa nonfiksi disebut juga karangan semi ilmiah. Termasuk karangan semi ilmiah ialah artikel, tajuk rencana, opini, feature, tips, biografi, reportase, iklan, pidato, dan sebagainya.
1.         Artikel
2.         Tajuk Rencana / Editorial
3.         Feature
4.         Opini
5.         Biografi
6.         Iklan
7.         Pidato, Khotbah, dan Sambutan
8.         Reportase
9.         Jurnalisme Baru
            BAB 3 PROPOSAL
A.                    HAKIKAT PROPOSAL
            Proposal adalah suatu usulan kegiatan/rencana yang dijelaskan dalam bentuk kerja secara terperinci, jelas, dan sistematis, yang akan dilaksanakan. Proposal dilihat untuk mendapatkan dukungan/persetujuan pihak lain. Selain itu, proposal juga dibuat untuk meminta bantuan, baik dana, barang, maupun dalam wujud lain. Proposal harus dilihat secara transparan, apa adanya, dan meyakinkan. Proposal harus dibuat, sedetail dan sejelas mungkin, karena proposal ditujukan untuk lembaga/orang lain yang akan menyetujui atau memberikan bantuan.
B.                     BAHASA PROPOSAL
            Proposal merupakan jenis tulisan yang formal dan ilmiah. Ciri bahasa yang digunakan didalam penulisan proposal adalah sebagai berikut.
1.         Menggunakan bahasa resmi
2.         Sifatnya formal, lugas, dan objektif
3.         Kejelasan dan ketepatan isi
4.         Langgamnya tidak emosianal / meluap – luap
5.         Paragraf kohesif dan koheren
6.         Penggunaan kalimat efektif, tidak mubadzir, tidak berbelit – belit, dan tidak ambigu
7.         Isinya lengkap, jelas, ringkas, meyakinkan, dan tepat
8.         Mengungkapkan alasan dan tujuan yang jelas
C.                     JENIS – JENIS PROPOSAL
            1.         Proposal Kegiatan Umum, sistematikanya :
                        a. Nama kegiatan (judul)
                        b. Latar belakang / dasar pemikiran
                        c. Maksud dan tujuan
                        d. Sasaran / ruang lingkup
                        e. Waktu dan tempat kegiatan
                        f. Penyelenggara / panitia kegiatan
                        g. Program / jadwal kegiatan
                        h. Anggaran biaya
                        i. Penutup
                        j. Lampiran – lampiran
            2.         Proposal Kegiatan Ilmiah
                        a. Nama kegiatan (judul)
                        b. Latar belakang masalah
                        c. Rumusan masalah
                        d. Tujuan penelitian
                        e. Kajian pustaka
                        f. Kerangka berpikir
                        g. Penelitian yang relevan
                        h. Hipotesis penelitian
                        i. Tempat dan waktu penelitian
                        j. Metode / teknik yang digunakan
                        k. Biaya kegiatan
                        l. Daftar pustaka
                        m. Lampiran - lampiran

Tidak ada komentar:

Posting Komentar